Senin, 12 Desember 2011

Goa Pindul Tandon air di Daerah Kering Gunung Kidul

Foto & Tulisan oleh : Herman Santoso


Apa yang ada dalam benak anda ketika melihat atau mendengar nama Gunung Kidul?.pasti yang nampak dalam benak adalah gugusan bukit kapur dengan pohon-pohon yang meranggas!.memang Kabupaten paling luas dari Yogyakarta ini terkenal karena kekeringan dan sulit Air,tetapi itu tidak semuanya .masih ada bagian dari Kabupaten ini yang belum anda ketahui sepenuhnya, salah satunya adalah tentang keberadaan Sungai bawah tanah yang terus memancarkan airnya sepanjang tahun.Sungai bawah tanah ini terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo,tepatnya di dalam Goa vertikal (Luweng) yang oleh penduduk setempat dinamai Goa Pindul.Untuk menuju kawasan ini diperlukan waktu sekitar 25 menit dari pusat kota Wonosari.



Kawasan Goa Pindul  memiliki beberapa obyek wisata andalan,Diantaranya adalah jelajah susur goa Gelatik yang kering (alias tidak perlu berbasah-basah), susur goa Pindul diatas ban karet(CaveTubing), dan Rafting di sungai Oya, selain itu  kontur tanah berbukit yang keras dan tandus menjadi kombinasi pemandangan yang indah. Area wisata ini juga menyediakan toilet yang bersih, ruang tunggu yang asri dan tentu saja area parkir yang teduh.





Stalaktit Watu gong
Petualangan saya di goa pindul berawal dari ketidak sengajaan saya dan kawan saya yang sedang bingung mencari objek wisata selain pantai,karena sepengetahuan saya waktu itu di Gunung Kidul obyek wisata yang terkenal hanya pantai saja.Di tengah kebingungan itulah dengan niat yang enggan saya bertanya pada seorang Mahasiswa yang kebetulan juga sedag nongkrong di Angkringan yang sama "Maaf mas numpang nanya,selain pantai obyek wisata di Gunung Kidul apa ya?",sontak Mahasiswa itu menjawab"ada mas,ada Gunung api purba nglanggeran,goa pindul sama suasana malam bukit bintang",dengan sedikit berbasa-basi saya mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa tersebut dan sayapun tanpa basa-basi langsung olah TKP menuju Goa pindul.Setibanya di tempat tujuan saya dan teman saya di sambut oleh pengelola setempat  dan diperkenalkan dengan  Ketua karang taruna Sebagai ketua pengelola dan dua orang guide yang akan mendampingi kami dalam jelajah goa dan rafting di Sungai Oya.



Saya dan teman saya pun bersiap siap dengan mengenakan perlalatan pengaman dan kelengkapanya,dua orang guide membantu saya yang memang agak kesulitan menggunakan pelampung di badan.selesai menggunakan alat pelindung dua orang gude mengantar saya ke lokasi goa pindul,masya allah yang terlihat dimata saya adalah air yang bening kehijauan dan sebuah goa dengan aroma alami yang begitu kental, perlahan kami memasuki area goa dengan sang guide menerangkan detil bagian bagian dalam goa sementara pandanganku tertuju pada stalagtit yang begitu besar(waraga menyebunya pasak bumi) di tengah tengah goad an ternyata setelah saya bertanya stalagtit itu masih terus tumbuh dan belum sampai menyentuh dasar goa,selain stalagtit yang berukuran besar, ada juga sebuah stalagtit yang mempunyai bunyi nada yang enak ketika kita pukul, namanya watu gong(batu gong).Hewan-hewan yang hidup di goa selain ikan ternyata masih ada kelelawar yang bergelantungan pada dinding-dinding goa serta beberapa burung wallet yang membuat sarang di beberapa lekukan goa.

Terlepas dari jaraknya yang tidak terlalu panjang goa pindul tetap menjanjikan sebuah nuansa petualangan ala National Geographic dengan tingkat kesulitan yang mudah dan cocok bagi pemula pencinta wisata minat khusus, selain itu dapat di jadikan sebagai sarana pembelajaran bagi para pelajar dan anak-anak, yah pendek kata silahkan mencoba !











Tidak ada komentar:

Posting Komentar